Togel Online Agen Bola Agen Bola Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Suku Talaud Terbiasa Menangkap Ikan Pakai Janur Kelapa

Poker Online Poker Online

Satu dari sekian tradisi adat orang Talaud, Sulawesi Utara yang masih tersisa, Manee, kembali digelar pada Rabu (29/5/2013). Manee merupakan tradisi warga pulau Intata, yakni menangkap ikan hanya dengan menggunakan janur pohon kelapa. Manee ini rutin digelar setahun sekali.

1157264-tradisi-manee-620X310
Tradisi Manee merupakan kearifan lokal warga Pulau Intata, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara menangkap ikan dengan menggunakan janur kelapa yang dibentangkan.

Manee tahun ini diikuti oleh tidak kurang dari 1.200 orang di salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud. Pulau ini sulit diakses karena jaraknya yang cukup jauh.

Richter Taengetan, salah satu pengujung mengaku sangat senang masih bisa melihat tradisi ini. “Walaupun diri saya orang Talaud, tetapi tidak tiap saat saya punya kesempataan terlibat dalam Manee,” ujar Richter.

Tetua adat pulau Intata melarang warganya mengambil ikan di lokasi pelaksanaan Manee selama setahun penuh. Dan jika ketahuan melakukan pelanggaran, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi adat dan membayar denda sebesar Rp 500.000.

Ratumbanua (tetua adat) Kakorotan, Toni Liunsanda menjelaskan, sebelum pelaksanaan Manee, mereka para Ratumbanua melakukan persiapan dengan menggelar ritual Mangolom Par’ra selama tujuh malam berturut-turut. Ritual itu bertujuan mendoakan agar Manee berjalan lancar dan bisa memperoleh panen yang melimpah.

Puncak Manee adalah ketika warga membentangkan janur kelapa yang dililit pada bentengan tali hutan tanpa putus sepanjang tiga kilometer di bibir pantai. Tali hutan yang dipakai pun tidak sembarang diambil begitu saja. Ada tahapan yang disebut dengan Marracca Pundangi ketika memilih tali hutan yang akan dipakai.

Dengan kearifan yang dimiliki oleh para tetua Intata, ikan lalu dipanggil ke dalam lingkaran janur kelapa yang terbentang tersebut. Berbagai jenis ikan dengan ukuran yang bervariasi pun lalu terjebak dalam lingkaran tersebut. Para peserta Manee kemudian dengan leluasanya menangkap ikan-ikan tersebut.

Bupati Talaud Constantine Ganggali mengatakan, pemerintah daerah sudah berupaya mengemas tradisi Manee menjadi salah satu agenda wisata utama Kabupaten Talaud.

“Kami akan mengupayakan agar kawasan budaya ini dilindungi secara khusus dengan peraturan daerah, sehingga bisa menjaga kelestarian budaya dan adatnya,” ujar Ganggali.

Share this post:

Recent Posts